Daerah Pringsewu

6 bulan yang lalu

Kasus Sodomi Anak Dibawah Umur Siap Ditindaklanjuti Jika Korban Lapor Polisi

LAPORAN : REDAKSI

Rabu, 19 Mei 2021 - 17:02 WIB

Pringsewu, Pandawalima.id –  Kasus kekerasan seksual (sodomi)  terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh Sekretaris Pekon Parerejo Rois Al Ghifari tidak berlanjut ke ranah hukum.
.
Hal ini disampaikan oleh Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pringsewu Aiptu Freni.
.
Freni mengatakan, pihaknya sudah turun ke pekon setempat pada 11 Mei lalu, dengan didampingi oleh Kakon Muhadi, Ketua BHP Muryanto, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas pekon setempat.
.
“Hasil dari pertemuan itu, para korban dan keluarga korban sudah membuat surat pernyataan  tidak akan dinaikkan ke Ranah Hukum, Rabu (19/5/2021).
.
Lebih lanjut Freni mengatakan, kejadian pelecehan seksual tersebut terjadi antara tahun 2012-2018 lalu dengan total korban yang terdata hanya 8 anak dibawah umur.
.
“Yang jelas kejadian pelecehan seksual tersebut pada saat latihan seni beladiri. Si pelaku Rois ini merupakan pembina pencak silat. Dan melakukan hal tak senonoh tersebut di sebuah ruangan yang ada  di balai pekon setempat,” bebernya.
.
Di sisi lain, pihaknya juga mengaku  tak mengetahui persis pelecehan seksual apa yang dilakukan oleh pelaku Rois, karena korban tak mau ditanyain terlalu dalam.
.
“Korban mengaku  sudah memaafkan para pelaku. Ya  Kami juga tidak berhak ya menanyakan mereka terlalu dalam, intinya mereka tidak ingin masalah ini di bawa keranah hukum,” lanjutnya.
.
Namun, ia mengakui, pihaknya siap menerima dan memproses jika ada korban yang melaporkan masalah ini ke kepolisian.
.
“Ya kami masih menunggu laporan,  kalau permasalahan ini kami pasrahkan kepada korban, jika ingin laporan kami siap menerima dan memproses itu,” tandasnya.
.
Pada Pemberitaan  awal pelaku Rois kepada media mengakui telah melakukan pelecehan Sexsual terhadap anak dibawah umur, perbuatan tersebut diakuinya dilakukan di Rumahnya saat korban sedang tidur.
.
Rois mengakui telah melakukan pelecehan Sexsual terhadap Anak dibawah umur, dan korbannya sampai 8 orang.

Artikel ini telah dibaca 117 kali

Baca Lainnya