Daerah Pringsewu Video

7 bulan yang lalu

Komisi IV DPRD Pringsewu Audiensi Bersama RPA Pringsewu dan Dinas P3AP2KB

EPRIZAL

Rabu, 16 Juni 2021 - 22:51 WIB

PRINGSEWU, – Komisi IV DPRD Pringsewu meneeima Kunjungan
Rumah Perempuan dan Anak (RPA) Kabupaten Pringsewu Rabu 16/6/2021 di Ruangan Komisi DPRD setempat.
.
Audiensi tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti kasus kekerasan seksual dengan korban puluhan anak yang terjadi di salah satu Pekon di Kecamatan Gadingrejo.
.
Dalam Audiensi tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi IV Suryo Cahyono, Wakil Ketua Komisi IV Rohmansyah , dan anggota Komisi IV Safruddin. Serta dihadiri oleh Sekretaris Dinas P3AP2KB Nuryanto, dan Kabid P3A (Perlindungan Perempuan dan Anak)  Suktari Margayi dan KUPT PPA Astri Diwijayanti dan juga Sekretaris LPA Pringsewu Siwi Lestari.
Ketua RPA Suprondi, Sekretaris RPA  Dessi Dwiningsih, Bidang Advokasi Monica Monalisa, dan Puji Astuti.
.
Suprondi Ketua RPA Pringsewu dalam kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya yang dalam hal ini sedang melakukan pendampingan untuk kasus kekerasan seksual di Kecamatan Gadingrejo, merasa terputus koordinasi dengan Dinas P3AP2KB.
.
“RPA berharap, dinas bisa jemput bola turun ke lapangan untuk melakukan pendampingan terhadap korban, karena pemulihan untuk korban itu lebih penting. Jangan hanya menunggu korban melaporkan ke dinas atau meminta pendampingan ke dinas. Karena itu sangat tidak mungkin. Jadi dinas harus turun aktif,” ungkapnya.
.
Sementara itu, Sekretaris Dinas P3AP2KB Nuryanto, merasa pihaknya telah melakukan proses pendampingan yang maksimal. Namun setelah mendapatkan masukan dari beberapa masyarakat dan korban, itu bertolak belakang dengan apa yang disampaikan oleh sekretaris dinas pada saat hearing.
.
“Kami sudah turun ke lapangan sebanyak 3 kali, dalam jeda waktu yang berbeda, untuk melakukan pendampingan terhadap korban I dengan memberikan pendampingan psikologi dan pendampingan visum,” kilahnya.
.
Suryo Cahyono Ketua Komisi IV DPRD Pringsewu mengatakan, pihaknya akan sesegara mungkin membawa masalah ini ke internal komisi untuk ditindaklanjuti.
.
“Kita minta data dari RPA dan dinas apa yang sudah dilakukan dan apa kendalanya. Serta mencarikan solusi permasalahan. Karena kan bicara konteks apa yang menjadi kendala, dan seperti apa proses yang dilakukan dinas untuk melakukan proses edukasi untuk korban,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 169 kali

Baca Lainnya