News Pendidkan

4 hari yang lalu

PGRI  Mengawal  NKRI (Refleksi HUT PGRI ke 76 tahun 2021)

REDAKSI

Rabu, 24 November 2021 - 19:01 WIB

PANDAWALIMA.ID
Semangat kebangsaan para guru telah tumbuh sejak negeri ini dalam genggaman penjajah. Para pendidik saat itu tak henti menggelorakan pembelaan terhadap bangsa pribumi. Tahun 1912 para guru pribumi bergabung mendirikan Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHI).
.
Tahun 1932 PGHB diubah nama menjadi PGI – Persatuan Guru Indonesia. Istilah Indonesia pada zaman penjajah bukan hal yang lazim, kata Indonesia untuk sebuah institusi bermakna perlawanan. Penjajah tidak menyukai  nama Indonesia. Tetapi inilah yang dirindukan oleh setiap putera Indonesia termasuk para guru.
Pada masa penjajahan Belanda sekolah hanya untuk para bangsawan dan kaum intelek setelah diperjuangkan oleh tokoh-tokoh pendidikan, rakyat biasa dapat mengakses pendidikan dengan menggunakan bahasa Belanda. Para guru juga menuntut upah yang wajar untuk pegawai swasta maupun pegawai pemerintah.
.
Setelah Indonesia merdeka yakni seratus hari setelah proklamasi tepatnya pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta dilaksanakan Konggres Guru Indonesia diikuti oleh seluruh organisasi dan kelompok guru dari bermacam-macam latar belakang; perbedaan pendidikan, tempat kerja, lingkungan daerah, politik, agama dan suku, sepakat untuk meleburkan diri.  . Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.
Misi perjuangan PGRI pada awal berdirinya adalah dalam rangka: Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan. Membela hak dan nasib buruh umumnya,guru pada khususnya.
Nafas perjuangan PGRI senada dengan nafas kemerdekaan negeri ini. Peran guru tidak semata mencerdaskan bangsa tapi juga menggelorakan nasionalisme. Turut aktif merebut kemerdekaan, menyempurnakan dan mempertahankan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
.
PGRI terus melakukan gerak organisasi dari masa kemasa. Dinamika organisasi sejak masa penjajahan, kemerdekaan, orde lama, orde baru,  reformasi, berhasil dilalui dengan tetap berkhidmad pada peningkatan kualitas pendidikan Indonesia dan pembelaan terhadap nasib guru. Beberapa catatan keputusan konggres sebagai bentuk kepedulian guru terhadap bangsa ini antara lain: agar pendidikan disesuaikan dengan kepentingan nasional, memperjuangkan penambahan anggaran pendidikan, menviralkan istilah profesi, ditetapkannya hari guru Nasional tanggal 25 November berdasar Kepres nomor. 78 tahun 1994,  .pengakuan guru sebagai profesi pada tanggal 2 Desember 2004.
.
Terhadap praktek demokrasi yang kurang arif di sebagian daerah, sebagai dampak dari kebijakan politik lokal dimana guru  menjadi korban kepentingan politik sesaat, PGRI  pada konggres XXI  menyesalkan perlakuan aparat di daerah yang melakukan pergantian dan mutasi terhadap pejabat terutama guru pasca pemilukada yang bernuansa politis. Sikap tegas PGRI sebagai organisasi profesi, organisasi perjuangan dan organisasi ketenagakerjaan layak diapresiasi oleh seluruh elemen bangsa dalam rangka menjaga Indonesia, menjaga NKRI dan mewujudkan demokrasi Indonesia yang lebih baik.
.
Perjuangan PGRI pasca reformasi antara lain; mengusulkan kenaikan gaji guru, tunjangan fungsional guru, bantuan sekolah swasta, perhatian terhadap guru TK, penggunaan ASKES di RS swasta, rekruetmen PNS secara nasional, bantuan hukum untuk guru, mengawal lahirnya UU Sisdiknas dan PP sisdiknas, UU guru dan dosen,  mengawal pelaksanaan sertifikasi guru.
.
Terkait dengan jabatan struktural bidang pendidikan PGRI mengusulkan agar jabatan struktural bidang pendidikan ditempati oleh pegawai yang menguasai bidang pendidikan, meniti karier dan berlatar belakang pendidikan. Ikhtiat PGRI ini bukan tanpa alasan, pendidikan merupakan subsistem sosial yang memiliki keunikan. Pendidikan berhadapan dengan jiwa-jiwa yang punya rasa, punya batin yang tidak selalu dapat didekati dengan  menejemen modern yang serba formal. Pejabat struktural bidang pendidikan yang memiliki latar belakang karier dan latar belakang pendidikan akan mudah beradaptasi dan berempati ketika berhadapan dengan persoalan pendidikan terutama kegiatan pembelaran.
Perjuangan yang paling hangat dan merupakan kemenangan PGRI adalah lahirnya keputusan mahkamah Konstitusi RI Nomor: 026/PUU/III/2005 yang menetapkan  batas tertinggi dalam APBN tahun 2006 sebesar 9,1 % untuk pendidikan tidak memiliki kekuatan hukum tetap dan bertentangan dengan pasal 31 UUD 1945. Sejak keluarnya keputusan  Mahkamah Konstitusi  ini pemerintah meningkatkan anggaran pendidikan.  Pada tahun anggaran 2021 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  bersama Komisi X DPR RI menetapkan 20 persen dari APBN atau sebesar Rp 550 triliun.
Pada tahun 2021 PGRI genap berusia 76 tahun, usia yang cukup dewasa. Jika dihitung secara geneologi, substansi semangat guru Indonesia sejak lahirnya PGHB tahun 1912 maka organisasi guru ini telah berusia 109 tahun. Satu abad gelora perlawanan guru  terhadap nilai-nilai yang buruk dan pembelaan terhadap nasib guru telah bergemuruh memenuhi penjuru bumi pertiwi. Budaya organisasi yang sehat dan semangat mengisi kemerdekaan yang di titiskan  oleh pelaku sejarah dari masa Kemasa hendaknya menjadi pemantik bagi generasi pengawal PGRI di zaman ini.
Persoalan pendidikan baik terkait Rekrutmen guru, peningkatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum, sarana prasarana, pemerataan pendidikan, dan persoalan bangsa pada bidang ekonomi, politik, budaya, hukum dan persoalan Pandemi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi PGRI untuk terus melanjutkan visi misi organisasi. Semangat bersatu dalam satu wadah PGRI patut di abadikan sebagai modal dasar membangun soliditas internal. Berpegang teguh pada garis perjuangan organisasi, menghormati dan menjunjung tinggi pedoman  organisasi akan memperkuat militansi para kader dan penggerak PGRI. Selamat HUT PGRI ke-76 tahun 2021 Bergerak dengan hati pulihkan Pendidikan.
.
Karya : Dra.Nurhayati Wakhidah, M.Pd.I
Ketua bidang Pengembangan Profesi PGRI Kecamatan Natar

Artikel ini telah dibaca 35 kali

Baca Lainnya